Hello There, Guest!
View New Posts   View Today's Posts

DON'T FORGET TO READ THE FORUM RULES (February 15, 2017)

BAGI MEMBERS YANG TIDAK MENDAPATKAN EMAIL AKTIVASI (FOR MEMBERS WHO DIDN'T GET AN EMAIL ACTIVATION) (January 24, 2018)

OFFICIAL FLAT EARTH 101 FACEBOOK GROUP!! (January 20)

”Perspektif” Sebagai Sebab Terbit dan Tenggelamnya Matahari

  • 0 Vote(s) - 0 Average


12-27-2018, 10:55 PM #1
Agustiono Afandi
Junior Member
**
Posts: 7 Threads:4 Joined: Apr 2017 Reputation: 1

”Perspektif” Sebagai Sebab Terbit dan Tenggelamnya Matahari
Perspektif Sebagai Sebab Terbit dan Tenggelamnya Matahari

Perspektif dapat diartikan sebagai sudut pandang mata terhadap objek atau benda yang menghasilkan kesan semu. Dikatakan menghasilkan kesan semu lantaran objek yang terlihat tidak merefleksikan kondisi yang sesungguhnya. Objek terlihat mengerucut atau mengecil di kejauhan sesuai ketinggian sudut pandang mata. Bahkan, jika jaraknya sangat jauh, akan menghilang di horizon.

Keadaan ini terjadi pada matahari. Matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di arah barat. Itu tidak lain karena perspektif. Aslinya, matahari beredar pada orbitnya secara terus-menerus dan tidak pernah berhenti. Dia tidak pernah meninggalkan garis edarnya, yaitu di lapisan langit keempat. Namun oleh mata kita tampak terbit dan tenggelam sebagai akibat sudut pandang mata yang terbatas. Dalam hal ini, terbit dan tenggelam merupakan kesan semu.

Hal ini sebenarnya telah dijelaskan oleh Allah subhanahu wa taala dalam kitab suci Alquran. Dia berfirman: ”Hingga ketika dia (Zulkarnain) telah sampai di tempat terbenamnya matahari, dia mendapati matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam...” (Al Kahfi: 86)

Imam Al Hafiz Ibn Katsir rahimahullah, berhubungan dengan ayat ini, berkata: Ia (Zulkarnain) menyaksikan matahari dengan matanya sendiri tenggelam di laut. Demikianlah keadaan setiap orang yang sampai di suatu pantai, akan melihat seakan-akan matahari tenggelam di dalamnya. Padahal ia tidak pernah meninggalkan garis edar (falak) keempat yang telah ditetapkan baginya, tidak pernah meninggalkannya. (Tafsir Ibn Katsir, 5/191)

Imam Jalaluddin al-Mahalli rahimahullah turut menyatakan hal yang sama. Beliau ketika menafsirkan ayat ini, berkata: Tenggelamnya matahari itu menurut pandangan mata. (Tafsir Jalalain, hlm. 303)

Dari keterangan kedua ulama di atas, kita dapat memahami bahwa matahari tenggelam disebabkan sudut pandang mata yang terbatas. Aslinya, ia selalu beredar pada garis edarnya di langit keempat. Matahari tidak pernah meninggalkan orbitnya.

Dengan demikian, jelaslah bahwa perspektif sebagai sebab terbit dan tenggelamnya matahari. Dengan kata lain, terbit dan tenggelam pada matahari hanyalah kesan ilusi yang timbul dari keterbatasan pandangan mata. Aslinya, ia tidak berlaku demikian. Ia selalu beredar pada orbitnya di langit keempat dan tidak pernah meninggalkannya. Wallahu a'lam bish-shawab




Forum Jump:



Users browsing this thread: 1 Guest(s)