Hello There, Guest!
View New Posts   View Today's Posts

DON'T FORGET TO READ THE FORUM RULES (February 15, 2017)

BAGI MEMBERS YANG TIDAK MENDAPATKAN EMAIL AKTIVASI (FOR MEMBERS WHO DIDN'T GET AN EMAIL ACTIVATION) (January 24, 2018)

OFFICIAL FLAT EARTH 101 FACEBOOK GROUP!! (January 20, 2019)

Apakah anda percaya tuhan atau dewa itu ada?

  • 0 Vote(s) - 0 Average


12-12-2019, 08:03 AM #1
Silver
Junior Member
**
Posts: 17 Threads:9 Joined: Dec 2019 Reputation: 0

Apakah anda percaya tuhan atau dewa itu ada?
APAKAH anda percaya tuhan atau dewa?

https://www.portal-islam.id/2019/12/ruu-...a.html?m=1

Rasisme adalah suatu pemikiran yang muncul karena sebuah golongan merasa diri lebih benar dan lebih baik. Masalah rasisme, yang berkaitan dengan perselisihan kepercayaan, agama, tuhan, suku, golongan, dan ideologi adalah masalah-masalah biasa. Karena masalah-masalah seperti ini sudah ada sejak dahulu kala, bahkan dikalangan para hewan juga ada masalah rasisme.

Contoh kasus, masalah perselisihan antara adam dan iblis, ini juga masalah rasisme, karena iblis merasa dirinya dan golongannya adalah yang terbaik.

Apakah rasisme itu barang haram, rasisme tidak haram, artinya bahwa berpikir rasis itu tidak salah, hanya perlu digaris bawahi bersifat rasisme harus pilih-pilih orang dan golongan.

Mengapa rasisme ada? Rasisme muncul sebagai bagian dari tatanan alam dan proses penciptaan, tanda bahwa didunia ini ada yang namanya tuhan atau dewa.

Jadi, saya bertanya pada anda, apakah anda percaya tuhan atau dewa?

Untuk mengatasi masalah rasisme, seperti palestina-israel, korut-korsel, perselisihan antar agama, permasalahan antar kepercayaan, permasalahan antar rakyat dan pemimpinannya. Maka kembali kepada tuhan atau dewa.

Peran tuhan atau dewa disini sebagai pihak tertinggi dan tidak bisa dibantah, setiap keputusan mereka adalah yang tertinggi.

Perlu diingat kembali masalah rasisme timbul karena adanya paham bahwa tuhan-tuhan atau dewa-dewa tinggal bersama di satu alam semesta. Dengan contoh sebagai berikut.

Untuk diketahui bahwa masyarakat di dunia menganut kepercayaan banyak tuhan.

1. Artinya untuk menyelesaikan masalah rasisme di pengunugan himalaya, pihak setempat harus meminta bantuan dewa gunung, untuk mengusir para pendatang, karena dewa gunung yang punya gunung himalaya, tidak mungkin pendatang mau marah-marah bilang ini tidak adil.

2. Jika rasisme terjadi dilaut maka minta bantuan dewa laut, sehingga yang tidak menyukai kebijakan hamba dewa laut bisa angkat kaki dari laut,

3. Jika rasisme terjadi di negara api, maka minta bantuan dewa api, sebagai pengagas negara api, adapun yang tidak setuju dengan kebijakan negara api, itu adalah nasib...

Itu kalau benar di dunia ini ada dewa-dewa dan tuhan-tuhan.

Jadi, masalah rasisme ini sudah masuk masalah ranah ketuhanan, bahwa penyelesaianya harus melibatkan tuhan sebagai pencipta alam semesta.

Mengapa harus melibatkan tuhan, karena setiap masalah rasisme berkaitan dengan masalah kedudukan, kepemilikan tanah, dan aturan hukum, karena tuhan sebagai pemilik kedudukan tertinggi, pemilik semua tanah, dan pemilik aturan terkuat.

Idealnya permasalahan rasisme ini, adalah ujian bagi umat manusia untuk belajar mengakui, latihan menerima kenyataan, dan menghilangkan rasa sombong bahwa setiap hal bisa diselesaikan oleh manusia tanpa bantuan tuhan.

Pertanyaan, apakah anda percaya tuhan itu ada? kalau ya, maka serahkan masalah itu ke tuhan masing-masing untuk diproses, jika umat manusia tidak lakukan hal itu, maka jangan heran jika golongan manusia yang besar dan berkuasa suka menindas.

Perlu diketahui, permasalahan golongan yang suka menindas, telah terjadi dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi berikutnya, dan ini terus ada, bukan tidak bisa diselesaikan tetapi setiap golongan tidak pernah mengakui, tidak menerima kenyataan, dan selalu sombong bahwa umat manusia bisa tanpa tuhan.

Kesimpulan, masalah rasisme muncul sebagai upaya untuk membuat umat manusia sadar dan kembali percaya pada tuhan. Karena satu-satunya yang bisa kalahkan rasisme hanya tuhan atau dewa.

12-12-2019, 12:59 PM #2
ExGlobeFriend
Moderator
*
Posts: 981 Threads:64 Joined: Apr 2017 Reputation: 18

RE: Apakah anda percaya tuhan atau dewa itu ada?
Pada prinsipnya, untuk menganut kepercayaan tertentu adalah termasuk Hak Dasar (hak asasi) setiap individu
termasuk juga hak untuk tidak mengikuti kepercayaan tertentu juga merupakan Hak Asasi setiap individu.
Tidak ada yang salah dengan semua itu SELAMA :
setiap manusia itu sadar sepenuhnya bahwa yang dianut/diikutinya itu masih dalam batas kepercayaan,
berita dari mulut ke mulut, testimoni seseorang yang dia sendiri dan atau orang2 sebelum dia sendiri
tidak bisa menjamin kebenarannya.

Ketika manusia sadar akan hal itu, maka manusia pun harus bisa sadar tingkat lanjut bahwa sebuah keyakinan/kepercayaan hanya berlaku personal untuk dirinya sendiri (within your heart),
kalaupun seseorang lainnya ingin mempelajari maka
jangan lupa kasih ‘Catatan Tebal’ :
“Ini hanya keyakinan saya saja, saya tidak bisa kasih bukti benar tidaknya kejadian/berita ini,
saya tidak menyaksikan”.

Hal ini sangat penting untuk menghindari konflik dengan golongan lain yang juga punya
keyakinan/kepercayaan lain bahkan mungkin ada yg berlawanan dengan keyakinan anda.

Saya dapet jawaban kenapa konflik/debat/adu argumen tak akan berujung antar golongan ini,
karena pada titik puncak masing masing pihak tidak bisa kasih bukti dari hal yg diperdebatkan tersebut.
Malah potensi konflik fisik menjelma menjadi bom waktu yg siap meledak kapan saja dimana saja.
(ini dijadikan ‘komoditi’ oleh elit)

Menurut saya , sistem ini sengaja menghapus SOP Catatan tebal yg saya maksud diatas dalam
penyebaran info ke massa, sehingga realita yang terjadi sekarang manusia tidak bisa membedakan lagi
apa kategori info yang masuk ke otaknya, semua dianggap sebagai FAKTA tak terbantahkan.



Contoh nyata soal gravitasi, evolusi semua dianggap fakta oleh massa,
walaupun sudah diberi embel2 ‘teori’ oleh mereka yg ngaku2 saintis, tetap tak ada yang mempertanyakan,
atau ketika 3 orang astronot duduk dimeja ngomong kalo sudah pernah ke bulan dan udah disiarin di TV,
semua menganggap FAKTA.

Percaya dan tahu ternyata dua hal yang sangat2 beda, analoginya begini :
Si A dan si B berdialog :
A:
“Saya gak perlu percaya lagi bahwa air itu datar dipermukaannya, saya sudah TAHU karena saya bisa
membuktikannya sendiri juga membuktikan kepada anda.
Kalau anda bilang air melengkung nempel di bola yg berputar tanpa tumpah, saya ingin tahu,
kasih saya bukti, kalau tidak bisa tolong hargai saya, jangan menganggap saya pembangkang,
pemberontak, sesat, laknat, terkutuk, sombong dll.”

B: “(diam)”


terkait judul trit TS yg berupa pertanyaan, kalau saya pribadi boleh menjawab
"Saya tidak tahu tuhan / dewa itu ada atau tidak, karena konsep ketuhanan(tuhan/dewa) itu sendiri hanya salah satu konsep dari Konsep Penciptaaan (creation)"
saya tidak perlu percaya tuhan itu ada tapi saya tahu creator itu ada, entah apa dan bagaimana bentuknya.
This post was last modified: 12-12-2019, 01:07 PM by ExGlobeFriend.
U can follow like SHEEP OR Trust in yourself 




Forum Jump:


Possibly Related Threads...
Thread Author Replies Views Last Post
Thumbs Up Nama Planet adalah Nama Dewa Necr0 7 12,769 03-26-2017, 05:43 PM
Last Post: Afgan13


Users browsing this thread: 1 Guest(s)