Hello There, Guest!
View New Posts   View Today's Posts

DON'T FORGET TO READ THE FORUM RULES (February 15, 2017)

BAGI MEMBERS YANG TIDAK MENDAPATKAN EMAIL AKTIVASI (FOR MEMBERS WHO DIDN'T GET AN EMAIL ACTIVATION) (January 24, 2018)

OFFICIAL FLAT EARTH 101 FACEBOOK GROUP!! (January 20)

Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (1)

  • 0 Vote(s) - 0 Average


08-15-2017, 03:19 PM #1
ustadz-fe
FLAT MASTER
*
Posts: 728 Threads:60 Joined: Apr 2017 Reputation: 40

Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (1)
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Alam Semesta ini dibedakan atas 2 bagian, alam ghaib dan alam tampak. Ghaib menurut bahasa berarti yang tidak tampak. Hanya Allah Subhanahu wata'ala yang paling mengetahui tentang kedua alam tersebut.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS Al-Hasyr : 22)

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan..?(QS Al-Baqarah : 33)


Seorang Muslim wajib hukumnya untuk beriman kepada yang ghaib.

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Kitab ini tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS Al-Baqarah : 2-3)

Tetapi, kita hanya bisa mengetahui yang ghaib secara benar dengan cara ikhbari, yakni sejauh apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya (Al-Qur’an dan As-Sunnah).

Alam ghaib yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata'ala merupakan ujian bagi manusia selama dia hidup di dunia. Manusia diuji, apakah ketika di dunia dia beriman kepada Allah Subhanahu wata'ala, Hari Akhir, surga, neraka, pahala akhirat dan sebagainya, yang mana semuanya itu tidak tampak baginya, ataukah dia akan mengingkarinya.

Sesuatu yang ghaib dibagi menjadi dua, yaitu Ghaib mutlak (tidak terbatas) dan Ghaib muqoyyad (terbatas)

Ghaib mutlak (tidak terbatas) adalah dzat Allah Subhanahu wata'ala, sebab tidak mungkin dapat dilihat oleh siapa pun termasuk para nabi. Nabi Musa Alaihi Salam pernah bermunajat kemudian tersirat dalam hatinya agar Allah Subhanahu wata'ala dapat menampakkan dzat-Nya, namun hal itu tidak mungkin terjadi.

Allah
Subhanahu wata'ala berfirman:

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Allah berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, Maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". tatkala Tuhannya Menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, Dia berkata: "Maha suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (QS. Al A’raf:143)


Dzat Allah termasuk kedalam ghaib mutlak sebab tidak mungkin dilihat oleh makhluk. Jika dzat Allah terlihat maka sama dengan makhluk sedangkan hal itu merupakan sesutau yang mustahil.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al Ikhlas:1-4)

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat (QS. Asy Syura:11)


Ayat-ayat tersebut jelas sekali menegaskan bahwa Allah berbeda dengan makhluk dalam segala hal termasuk keghaiban (ketidak nampakkan).

Ghaib muqoyyad (terbatas) artinya sesuatu yang tidak terlihat oleh seseorang namun dapat dilihat oleh orang lain. Misalnya, sesuatu yang ada diluar rumah menjadi ghaib bagi orang yang ada di dalam rumah (sebab ia tidak dapat melihatnya) sedangkan bagi orang yang dapat melihatnya maka sesuatu tersebut bukan ghaib.

Allah Subhanahu wata'ala menciptakan makhluk, ada yang jelas terlihat dan ada yang ghaib (tidak terlihat). Makhluk ghaib yang diciptakan Allah Subhanahu wata'ala seperti malaikat, jin, iblis, dan syaitan, Makhluk-makhluk tersebut menjadi ghaib bagi orang yang tidak melihatnya sedangkan ada sebagian orang yang dapat melihatnya maka malaikat, jin, iblis dan syaitan termasuk ghaib muqoyyad (terbatas)

Allah Subhanahu wata'ala memberikan anugerah kepada setiap makhluk berupa potensi batin yaitu rasa, nafsu dan pikiran. Sedangkan akal merupakan perpaduan antara rasa dan pikiran. Manusia memiliki semua potensi batin tersebut maka manusia merasakan senang, bahagia, sakit, susah, menderita, panas, dingin, sejuk, lelah, dan lain sebagainya. Selain itu manusia juga memiliki nafsu maka sangat wajar jika ia mempunyai keinginan. Kemudian manusia juga mempunyai pikiran sehingga ia mampu berpikir tentang segala hal yang baik dan buruk.

Berbeda dengan manusia, binatang hanya memiliki rasa dan nafsu seperti jin, iblis dan syaitan. Binatang dapat merasakan seperti yang dirasakan manusia dan mereka pun memiliki nafsu (keinginan) maka binatang dapat bertengkar dengan sesamanya dan dapat berhubungan intim dengan lawan jenisnya. Begitu juga jin, iblis dan syaitan mempunyai rasa dan nafsu, mereka dapat merasakan apa yang biasa dirasakan manusia dan mereka juga mempunyai nafsu untuk menyesatkan manusia.

Makhluk ghaib yang tidak memiliki potensi batin sama sekali adalah malaikat. Malaikat disebut ruh qudus (ruh yang suci) karena tidak memiliki rasa, nafsu, dan pikiran. Oleh sebab itu yang dijadikan khalifah di bumi adalah manusia sesuai dengan tujuannya untuk mengelola dan menghidupkan bumi. Malaikat merupakan makhluk yang suci dari potensi batin maka mereka akan selalu taat terhadap semua perintah Allah Subhanahu wata'ala, tidak satupun malaikat yang menentang perintah Allah Subhanahu wata'ala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim:6).


Kesimpulannya, Ghaib mutlak adalah dzat Allah, tidak ada seseorang pun yang dapat melihatnya. Sedangkan Ghaib muqoyyad seperti jin, iblis, syaitan, surga, neraka, siksa kubur, nikmat kubur dan lain sebagainya, dapat terlihat oleh orang yang diberikan kemampuan oleh Allah Subhanahu wata'ala untuk melihatnya.

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا (26) إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا (27)

(dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya(QS. Jin:26-27)


مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar (QS. Ali Imran:179)

Diantara rasul-rasul, Nabi Muhammad sollalahu 'alaihi wassalam dipilih oleh Allah Subhanahu wata'ala dengan memberi keistimewaan kepada beliau berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga beliau dapat menentukan siapa diantara mereka yang betul-betul beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir. Salah satu hikmah diciptakannya hal ghaib adalah supaya manusia sadar diri dan berhati-hati dalam segala ucapan dan perbuatannya. Sebagai contoh, jika surga dan neraka dapat dilihat oleh semua manusia niscaya tidak akan ada yang berbuat dosa. Oleh sebab itu tugas Nabi hanyalah memberi peringatan dan penjelasan terhadap manusia.

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman"
(QS. Al A’raf:188)

Bicara tentang Ghaib, bagaimana halnya dengan Kosmologi Alam Semesta..!

Apakah semua tentang Alam Semesta itu Ghaib..?
Ya.., Sebagian besar dari Alam Semesta ini adalah Ghaib, Terlebih lagi dalam Penciptaan Alam Semesta itu.

Apakah Manusia dapat menembus sesuatu yang Ghaib..? ( dalam arti yang luas )
Bisa.., tentunya dalam batasan kemampuan akal, tenaga, fasilitas yang ada pada Manusia

Nah.. artinya Bentuk Bumi bukanlah hal yang Ghaib kan, karena dengan akal, tenaga dan fasilitas nya, Manusia telah melihat bentuk Bumi secara nyata dari langit..! Bentuknya Bulat...!
Disini permasalahannya, benarkah Manusia telah memiliki fasilitas itu..?, mereka yang mengatakan telah melihat langsung dari langit, Bumi itu bentuknya Bulat, mereka wajib untuk membuktikan secara jujur, tentang kebenaran dari apa yang mereka saksikan.

Tidak harus pembuktian secara Live TV show di fasilitas yang mereka miliki dilangit itu katanya, itu dibutuhkan biaya yang cukup besar, kan ada tawaran yang lebih murah, tidak perlu jauh pergi ke langit, tinggal terbang
Live TV show dari Sidney (Australia) ke Santiago (chille) melintasi Antartika, benarkah akan sampai di Santiago (chille).

Sayangnya tantangan semudah itu tidak dapat dipenuhi...Aneh khan...!!


Bersambung....
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ


08-22-2017, 07:08 AM #2
pendekarbanten
Junior Member
**
Posts: 18 Threads:2 Joined: May 2017 Reputation: 0

RE: Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (1)
Pertamax diamankan

08-22-2017, 12:09 PM #3
Tama88
High Member
***************
Posts: 183 Threads:38 Joined: Feb 2017 Reputation: 2

RE: Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (1)
Gan. Numpang tanya. Kan di atas tadi disebutkan kalau Nabi Muhamad S.A.W bisa mengetahui isi hati orang mana yang kafir dan mana yang beriman.

Apakah anugerah ini bisa menurun ke manusia jaman sekarang?

Atas perhatianya terimakasih.
This post was last modified: 08-22-2017, 12:09 PM by Tama88.
The More You Know About Things, The More Scared It Is

08-22-2017, 10:11 PM #4
ustadz-fe
FLAT MASTER
*
Posts: 728 Threads:60 Joined: Apr 2017 Reputation: 40

RE: Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (1)
(08-22-2017, 12:09 PM)Tama88 Wrote:  Gan. Numpang tanya. Kan di atas tadi disebutkan kalau Nabi Muhamad S.A.W bisa mengetahui isi hati orang mana yang kafir dan mana yang beriman.

Apakah anugerah ini bisa menurun ke manusia jaman sekarang?

Atas perhatianya terimakasih.
Nabi Muhamad S.A.W dapat mengetahui itu karena Wahyu dari Allah S.W.T. 

Apakah anugerah ini bisa menurun ke manusia jaman sekarang?
Jawabnya :  Tidak
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ


02-17-2018, 05:31 PM #5
ranguzen
FLAT MASTER
*
Posts: 286 Threads:13 Joined: Feb 2018 Reputation: 0

RE: Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (1)
Afwan ustadz..
Dari thread diatas saya menangkap pesan bahwa jin hanya memiliki rasa dan nafsu, tidak memiliki akal fikiran.
Padahal jin dan manusia punya tugas yang sama (51:56), lantas... Dengan fasilitas apa jin bisa menunaikan tugasnya?

Syukron...

Awas jangan su'udzon neh tadz... Saya bukan Jin dan juga tidak dalam posisi mewakili kelompok Jin :-D

Sent from my C2005 using Tapatalk




Forum Jump:


Possibly Related Threads...
Thread Author Replies Views Last Post
  Zaman Dimana Bualan Iblis dan Penyihir Disebut Ilmu Pengetahuan (2) ustadz-fe 1 662 09-05-2017, 07:50 PM
Last Post: Balqis


Users browsing this thread: 1 Guest(s)